Beranda / Artikel / analisa harga satuan pekerjaan

Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) 2026: Pengertian, Komponen, dan Cara Menghitungnya

3 November 2026 · 4 menit baca · Kata kunci: analisa harga satuan pekerjaan

Setiap harga satuan di dalam RAB — misalnya harga 1 m2 plesteran atau 1 m3 beton — tidak muncul begitu saja. Di belakangnya ada analisa harga satuan pekerjaan, disingkat AHSP: rincian kebutuhan tenaga, bahan, dan peralatan untuk menyelesaikan satu satuan pekerjaan, lengkap dengan koefisien dan harga dasarnya. Artikel ini menjelaskan cara kerjanya sampai ke contoh perhitungan.

Apa itu AHSP?

AHSP adalah metode baku untuk menghitung harga satuan pekerjaan konstruksi. Prinsipnya sederhana:

Harga Satuan = Σ (Koefisien × Harga Dasar)

Koefisien menyatakan kebutuhan per satu satuan pekerjaan: berapa hari-orang (OH) tenaga kerja, berapa kilogram semen, berapa meter kubik pasir. Harga dasar adalah harga satuan komponen tersebut di daerah proyek. Kalikan, jumlahkan, jadilah harga satuan.

Di Indonesia, AHSP diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebagai acuan resmi. Edisi yang berlaku saat ini untuk bidang Cipta Karya adalah yang terlampir dalam SE Direktur Jenderal Bina Konstruksi No. 47/SE/Dk/2026 — memuat 10 divisi pekerjaan, 3.155 item pekerjaan, dan 2.776 analisa yang siap dipakai.

Komponen di dalam satu analisa

Satu analisa AHSP selalu terdiri dari tiga kelompok:

Kelompok Isi Contoh satuan
A. Tenaga kerja Pekerja, tukang, kepala tukang, mandor OH (orang-hari)
B. Bahan Semen, pasir, bata, besi, kayu kg, m3, bh, lbr
C. Peralatan Molen, scaffolding, alat bantu jam, hari, unit

Jumlah A + B + C adalah harga satuan dasar. Pada pekerjaan untuk pihak lain, harga satuan akhir biasanya ditambah biaya umum dan keuntungan (overhead & profit) sesuai ketentuan kontrak.

Contoh perhitungan AHSP

Misalnya kita menghitung harga satuan pekerjaan plesteran 1:4 tebal 15 mm, untuk 1 m2, dengan harga dasar contoh: semen Rp1.500/kg, pasir pasang Rp250.000/m3, pekerja Rp120.000/OH, tukang batu Rp150.000/OH, kepala tukang Rp170.000/OH, mandor Rp180.000/OH.

Uraian Satuan Koefisien Harga Dasar (Rp) Jumlah (Rp)
A. Tenaga kerja
Pekerja OH 0,200 120.000 24.000
Tukang batu OH 0,100 150.000 15.000
Kepala tukang OH 0,010 170.000 1.700
Mandor OH 0,003 180.000 540
Jumlah A 41.240
B. Bahan
Semen portland kg 6,240 1.500 9.360
Pasir pasang m3 0,024 250.000 6.000
Jumlah B 15.360
C. Peralatan —
Harga satuan (A+B+C) 56.600

(Koefisien dan harga pada contoh ini disederhanakan untuk ilustrasi. Untuk pekerjaan resmi, gunakan koefisien dari AHSP yang berlaku dan harga dasar daerah Anda.)

Dari contoh itu terlihat logikanya: koefisien bersifat baku (kebutuhan semen untuk 1 m2 plesteran relatif sama di mana-mana), sedangkan harga dasar bergerak mengikuti daerah. Itulah sebabnya harga satuan antar daerah berbeda walaupun analisanya sama.

Mengapa koefisien tidak boleh diubah sembarangan

Koefisien adalah hasil pengamatan produktivitas dan kebutuhan material yang terstandar. Mengubahnya tanpa dasar akan merusak seluruh perhitungan: harga satuan jadi terlalu murah (kontraktor rugi atau mutu dikorbankan) atau terlalu mahal (penawaran kalah bersaing). Yang wajar disesuaikan adalah harga dasar, mengikuti survei harga setempat — dan di dalam katalog AHSP resmi, harga memang sengaja dikosongkan agar diisi per daerah.

Satu pengecualian: pekerjaan yang tidak ada di katalog resmi boleh dianalisa sendiri (sering disebut analisa lapangan/custom), dengan menyusun kebutuhan tenaga, bahan, dan alatnya berdasarkan pengalaman dan kondisi pekerjaan.

AHSP, SNI, dan HSPK — apa bedanya?

Dalam praktik sehari-hari, estimator bekerja dengan AHSP, lalu mengisi harga dasar daerahnya — persis seperti logika tabel di atas.

Menggunakan AHSP tanpa mengetik ulang ribuan item

Mengetik dan memeriksa 2.776 analisa satu per satu jelas tidak masuk akal. Karena itu katalog AHSP umumnya dipakai lewat aplikasi. Di ConstrucSee, seluruh katalog AHSP 2026 dari SE DJBK 47/SE/Dk/2026 — 10 divisi, 3.155 item pekerjaan, 2.776 analisa, 16.333 baris komponen — sudah termasuk di dalam aplikasi. Anda memilih pekerjaan, mengisi harga dasar daerah Anda (atau memilih indeks wilayah), dan harga satuan serta total RAB terhitung otomatis. Item yang tidak ada di katalog tetap bisa dibuat analisanya sendiri.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah AHSP 2026 menggantikan AHSP edisi sebelumnya? Untuk bidang Cipta Karya, SE DJBK No. 47/SE/Dk/2026 adalah acuan terbaru. Proyek yang kontraknya mengacu edisi lama tetap mengikuti dokumen kontraknya.

Dari mana saya mendapatkan daftar harga dasar? Dari survei harga toko bahan bangunan dan standar upah di daerah proyek, atau dari HSPK/SSH yang diterbitkan pemerintah daerah setempat.

Bolehkah harga satuan hasil AHSP dinego atau dibulatkan? Boleh sebagai strategi penawaran, selama perubahannya disadari dan terdokumentasi — yang diubah adalah harga penawarannya, bukan koefisien analisanya.

Apakah AHSP hanya untuk proyek pemerintah? Tidak. Proyek swasta dan rumah tinggal pun memakainya sebagai acuan, karena koefisiennya teruji dan membuat RAB bisa dipertanggungjawabkan kepada pemilik pekerjaan.

Susun RAB tanpa mengetik ulang analisanya

ConstrucSee adalah aplikasi desktop Windows dengan katalog AHSP 2026 lengkap (3.155 item pekerjaan, 2.776 analisa). Pilih pekerjaan, isi volume dan harga daerah Anda — total terhitung otomatis. Bekerja offline, sekali bayar Rp250.000.

Lihat ConstrucSee

Artikel terkait

Cara Membuat RAB Bangunan: Panduan Lengkap Langkah demi Langkahcara membuat RABAplikasi RAB: Panduan Memilih Software RAB yang Tepat untuk Kontraktor dan Estimatoraplikasi RAB